PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap lapisan masyarakat
dewasa ini. Teknologi dapat ditemukan dimana saja dan tujuan
ditemukannya teknologi juga untuk membantu memecahkan masalah manusia.
Makin maju suatu masyarakat makin banyak teknologi yang dikembangkan dan
digunakan. Teknologi itu pada hakikatnya adalah bebas nilai, namun
penggunaannya akan sarat dengan aturan nilai dan estetika (Miarso,
2009). Teknologi telah membantu kita dalam segala aspek kehidupan. Dalam
kehidupan pribadi misalnya, teknologi telah membantu penglihatan dengan
kacamata, mikroskop, teleskop, dan lain-lain. Dalam bidang pembelajaran
juga diperlukan teknologi untuk menjangkau warga belajar dimana pun
mereka berada, melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh
kesempatan belajar, memenuhi kebutuhan belajar untuk dapat mengikuti
perkembangan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam belajar.
Dalam rangka meningkatkan produktivitas pendidikan, sekolah-sekolah
harus merespon perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih yang
menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang baru dan lama. Pembelajaran
disekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu
bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru masih
tetap dibutuhkan dikelas, guru berperan sebagai motivator, desainer,
pembimbing dan sebagainya. Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin
terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan,
yaitu kebutuhan untuk belajar, belajar lebih efektif, lebih efisien,
lebih luas, dan sebagainya. Perkembangan Teknologi komunikasi dan
informasi yang sangat pesat telah menawarkan sejumlah kemungkinan yang
semula tidak terbayangkan, telah membalik cara berpikir kita dengan
bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah belajar.
Teknologi pendidikan seringkali diasumsikan dalam persepsi yang mengarah
pada masalah elektronika padahal konsep teknologi mengandung pengertian
yang luas, untuk itu dalam tulisan ini akan dibahas mengenai aplikasi
teknologi pendidikan dalam meningkatkan produktivitas pendidikan.

B. Permasalahan
Makalah ini berjudul Aplikasi Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan
Produktivitas Pendidikan. Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah
bagaimana aplikasi teknologi pendidikan dalam meningkatkan produktivitas
pendidikan?
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui aplikasi teknologi pegndidikan dalam meningkatkan produktivitas pendidikan.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan merupakan konsep yang
kompleks.Ia
dapat dikaji dari berbagai segi dan kepentingan. Kecuali itu teknologi
pendidikan sebagai suatu bidang kajian ilmiah, senantiasa berkembang
sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang mendukung dan
mempengaruhinya (Miarso, 2009).
Paradigma yang dikemukakan tentang teknologi pada kajian teknologi
pendidikan tidak mengambil konsep bahwa teknologi adalah suatu mesin
atau sekedar alat bantu melakukan sesuatu. Menurut Saettlet (1990) dalam
Seels (1994) berpendapat teknologi sebagai upaya yang lebih terpusat
pada peningkatan keterampilan dan organisasi kerja dibandingkan mesin
dan peralatan. Definisi 1994 ini mengenal baik tradisi bidang maupun
kecenderungannya untuk massa depan. Pada tahun 1970an Teknologi
Pembelajaran berakar dari berbagai jenis media yang berbeda seperti
pembelajaran dengan bantuan computer dan pembelajaran lewat televisi,
serta dalam kegiatan belajar mandiri dan simulasi. Jadi yang diutamakan
ialah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat
dimanfaatkan dalam pendidikan, alat-alat teknologi ini sering disebut
“hardware” antara lain TV, radio, Video, computer dan lain-lain
(Nasution, 2010). Menurut Salma (2008) mengemukakan teknologi merupakan
penerapan pengetahuan atau cara berpikir bukan hanya produk seperti
computer, satelit, dan sebagainya.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas konsep teknologi dapat
disimpulkan merupakan suatu teknik atau proses, penerapan pengetahuan,
tidak sekedar penggunaan mesin dalam rangka memecahkan masalah yang
efektif dan efisien.
Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa :
- Teknologi pendidikan lebih dari perangkat keras, ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar
- Teknologi dapat juga terdiri dari segala teknik atau metode yang
dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran strategi belajar kognitif dan
keterampilan berfikir kritis
– Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa
belajar secara aktif, konstruktif, kooperatif serta bertujuan.
Untuk itu ada lima teknologi baru yang dapat menciptakan system pendidikan yang lebih baik :
- Sistem berpikir
Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan
munculnya tiap mode di dunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi
terjadinya perubahan yang tidak kita inginkan. Tanpa sistem berpikir
kita akan sulit untuk mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan.
Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep sistem yang umum, dimana
berbagai hal saling terkait.
- Desain Sistem
Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang
baru. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang
meningkatkan harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk
menciptakan suatu system yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.
- Kualitas Pengetahuan
Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi
suatu produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu
pengetahuan yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga
dalam perubahan pendidikan/ sekolah.
- Manajemen Perubahan
Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke
arah perubahan positif. Dapat juga diartikan sistem pemikiran yang
berlaku untuk aspek manajemen perubahan tentunya dengan berorientasi
pada POAC (Perencanaan, Organisasi, Aktualisasi dan Kontrol).
- Teknologi Pembelajaran
Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer,
multimedia, Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain,
metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik
yang efektif. Pelajaran elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan
belajar. Jadi teknologi pembelajaran adalah sistem pemikiran yang
berlaku untuk instruksi dan belajar. Kelima teknologi tersebut merupakan
suatu keterpaduan untuk menuju perubahan pendidikan sehingga dalam
memecahkan masalah pendidikan perlu kombinasi peralatan/ alat
elektronik, orang-orang, proses, manajemen, intelektual, untuk perubahan
yang efektif.
B. Produktivitas Pendidikan
Produktivitas mengandung makna”keinginan” dan “upaya” manusia untuk
selalu meningkatkan kualitas kehidupan di segala bidang. National
Productivity Board (NPB) merumuskan produktivitas sebagai sikap mental
(Attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan
perbaikan. Perbaikan tersebut diharapkan menghasilkan barang atau jasa
yang bermutu tinggi dan standar kehidupan yang lebih layak. Hal ini
sejalan dengan apa yang diungkapkan dalam Laporan Produktivitas
Nasional, bahwa produktivitas mengandung pengertian bahwa “mutu
kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih
baik dari hari ini”.
Produktivitas dalam dunia pendidikan berkaitan dengan keseluruhan
proses perencanaan, penataan dan pendayagunaan sumber daya untuk
merealisasikan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Sejauh mana
pencapaian produktivitas pendidikan dapat dilihat dari out put
pendidikan yang berupa prestasi, serta proses pendidikan yang berupa
suasana pendidikan. Prestasi dapat dilihat dari masukan yang merata,
jumlah tamatan yang banyak, mutu tamatan yang tinggi, relevansi yang
tinggi dan dari sisi ekonomi yang berupa penyelenggaraan penghasilan.
Sedangkan proses atau suasana tampak dalam kegairahan belajar, dan
semangat kerja yang tinggi serta kepercayaan dari berbagai pihak. Satu
hal yang perlu disadari adalah bahawa produktivitas pendidikan harus
dimulai dari menata /SDM tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal
kedua adalah bahwa penataan SDM harus dilaksanakan denagn prinsip
efektivitas dan efisiensi karena efektifitas dan efisiensi adalah
kriteria dan ukuran yang mutlak bagi produktivitas pendidikan.
C. Upaya Meningkatkan Produktivitas Pendidikan
Menurut Miarso (2009), dalam meningkatkan produktivitas pendidikan, ada tiga hal yang dapat dilakukan, yaitu :
- Memperlaju penahapan belajar
- Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik
- Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru
dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegiatan belajar anak
didik.
Adapun Upaya yang dapat dilakukan untuk Meningkatkan Produktivitas
Pendidikan, diantaranya melakukan penataan SDM dengan semangat
efektivitas dan efisiensi lewat upaya pemberdayaan tenaga pendidik dan
kependidikan. Upaya pemberdayaan tersebut antara lain :
1. memperbaiki sikap kerja, yaitu kesadaran dan kesediaan menepati
dan memenuhi jam kerja, tata tertib kerja, termasuk menerima tambahan
tugas dan bekerja dalam satu tim.
2. hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan kerja yang tercermin
dalam usaha bersama untuk meningkatkan produktivitas melalui lingkaran
pengawasan mutu (Quality Control Circle).
3. manajemen produktivitas, yaitu manajemen yang efesien mengenai
sumber dan system kerja untuk mencapai peningkatan produktivitas
4. efesiensi tenaga kerja, pembagian tugas dan penempatan bidang tugas yang pas dengan kemampuannya
Disamping itu sangat perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, yaitu :
- Sikap mental yang berupa motivasi, disiplin dan etika kerja senantiasa harus dipantau, dijaga dan ditingkatkan.
Pengetahuan yang harus selalu dikembangkan, sehingga memiliki wawasan
yang luas sehingga memiliki pengahayatan akan pentingnya produktivitas.
Pengembangan pengetahuan dapat diupayakan lewat budaya membaca maupun
pembinaan-pembinaan.
- Pengembangan manajemen-manajemen yang mendorong produktivitas adalah
penerapan manajemen partisipasif mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi sampai dengan tindak lnajut hasil evaluasi yang dilakukan
bersama-sama sehingga masing-masing merasa memiliki danbertanggung
jawab.
- Menjaga hubungan industrial dengan cara :
- Menciptakan ketenangan dan kenyamanan kerja
-Menciptakan hubungan kerja yang serasi dan dinamis
– Meningkatkan harkat dan martabat tenaga pendidik dan kependidikan yang
bangga terhadap bidang kerjanya masing-masing lewat semangat saling
menghargai dan menghormati
- Lingkungan dan suasana kerja yang mendukung. Terjaminnya 7-K dan terpenuhinya sarana prasarana yang dibutuhkan
- Pemberian keleluasaan berprestasi dan berkreasi
- membangun iklim girang kerja dan gila kerja sehingga sisanya akan malu tidak bekerja.
Untuk mencapai produktivitas sekolah secara maksimum, sekolah harus
menjamin dipilihnya orang yang tepat, dengan pekerjaan yang tepat
disertai untuk bekerja optimal, antara lain dengan senantiasa
memperhatikan peningkatan kesejahteraan lahiriah dan batiniah sesuai
dengan kemampuan sekolah. Jadi dapat dikatakan bahwa antara peningkatan
produktivitas pendidikan dengan teknologi pendidikan merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Produktivitas merupakan obyek dan
teknologi pendidikan merupakan subyeknya.
D. Aplikasi teknologi pendidikan dalam meningkatkan produktivitas pendidikan
Adapun salah satu contoh aplikasi teknologi pendidikan dalam
meningkatkan produktivitas pendidikan tersebut diantaranya adalah
melalui pembelajaran berbasi internet yang dinamakan, e-learning.
E-Learning menjadi salah satu alternatif pembelajaran karena keunggulan
yang dimilikinya Sayangnya, meskipun disadari e-learning dapat membantu
mempercepat proses pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan,
pemanfaatannya belum populer di sekolah-sekolah bahkan di perguruan
tinggi di Indonesia.
Padahal teknologi informasi dapat digunakan untuk memperluas daya
jangkau kesempatan;pendidikan ke seluruh pelosok tanah air. Upaya ini
bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem delivery sumber-sumber
pendidikan Sistem delivery itu dapat dilakukan dengan menggunakan
kemajuan teknologi, termasuk dalam hal ini dengan sistem belajar jarak
jauh, Penggunaan e-Learning tidak bisa dilepaskan dengan peran Internet.
Internet pada dasarnya adalah kumpulan informasi yang tersedia di
komputer yang bisa diakses karena adanya jaringan yang tersedia di
komputer tersebut. Oleh karena itu bisa dimengerti kalau e-Learning bisa
dilaksanakan karena jasa Internet ini. e-Learning sering disebut pula
dengan nama on-line course karena aplikasinya memanfaatkan jasa
Internet.
E-laerning menyadari bahwa di Internet dapat ditemukan berbagai
informasi dan informasi itu dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja
dan dimana saja, maka pemanfaatan Internet menjadi suatu kebutuhan.
Bukan itu saja, pengguna Internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain
dengan cara yang sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia
di Internet. Tersedianya fasilitas e-Moderating dimana guru dan siswa
dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas Internet secara
regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan
tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar
yang terstruktur dan terjadwal melalui Internet, sehingga keduanya bisa
saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari; Siswa dapat
belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau
diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer. Bila siswa
memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang
dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di Internet secara lebih mudah.
Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui Internet yang
dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Berubahnya peran siswa dari
yang biasanya pasif menjadi aktif.
Upaya Membangun Budaya Belajar melalui Pengembangan E-learning Ada
empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan
model e-learning di sekolah. Pertama, siswa dituntut secara mandiri
dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu
mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran.
Kedua, guru mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan,
memfasilitasi dalam pembelajaran, memahami belajar dan hal-hal yang
dibutuhkan dalam pembelajaran. Ketiga tersedianya infrastruktur yang
memadai dan yang ke empat administrator yang kreatif serta penyiapan
infrastrukur dalam memfasilitasi pembelajaran.
Kunci sukses terealisasinya program e-learning, yakni adanya perencanaan
dan leadership yang terarah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam
pembiayaan, integritas sistem teknologi serta kemampuan guru dalam
mengadapsi perubahan model pembelajaran yang baru yang sudah barang
tentu didukung kemampuan mencari bahan pembelajaran melalui internet
serta mempersiapkan budaya belajar.
Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program
e-learning/ digital classroom adalah guru menggunakan internet dan email
untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa,
siswa mampu mengatur waktu belajar, dan pengaturan efektifitas
pemanfaatan internet dalam ruang multi media.
Penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan hendaknya membuat proses
pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya
lebih efisien, lebih efektif dan memberikan nilai tambah yang positif.
Efektif dan efisien berarti upaya pendidikan yang dilakukan hendaknya
dapat mencapai tujuan yang telah digariskan dengan sedikit mungkin
mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu. Teknologi pendidikan mempunyai
potensi dan peran yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, tidak
mutu outpunya tetapi juga proses inpunya, karena dengan teknologi
pendidikan akan dapat dihasilkan berbagai produk berupa media pendidikan
baik cetak maupun noncetak, yang pada gilirannya media ini nanti akan
mempeerkaya sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar
mengajar di kelas.
KESIMPULAN
Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terpadu
untukmenganalisis dan memecahkan masalah belajar. Teknologi pendidikan
sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan produktivitas pendidikan
yaitu :
- Memperlaju penahapan belajar
- Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik
- Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru
dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegiatan belajar anak
didik.
Adapun Upaya yang dapat dilakukan untuk Meningkatkan Produktivitas
Pendidikan, diantaranya melakukan penataan SDM dengan semangat
efektivitas dan efisiensi lewat upaya pemberdayaan tenaga pendidik dan
kependidikan.
Produktivitas pendidikan perlu ditingkatkan supaya sekolah mampu
menjawab tantangan global dan tuntutan masyarakat. Salah satu aplikasi
teknologi pendidikan untuk meningkatkan produktivitas pendidikan adalah
E-learning.